Selasa, 26 Oktober 2010

BENGKEL KULINER Jatiwaringin

View Terbaik Kuliner Konsep Rest Area
Pusat Jajan Serba Ada dengan nama yang mirip dengan sebuah kafe terkenal di tahun 80-an di Jakarta, Bengkel Cafe, kini dikenal banyak kalangan dengan sebutan Bengkel Kuliner.

Mengingat buanyak buanget pujasera-pujasera yang mengambil Bengkel Kuliner sebagai satu sumber inspirasi untuk membuka konsep usaha jajanan kuliner di daerah lain, maka pengelolaan manajemen pujasera yang menggunakan sistem syariah ini akan dijual secara kepada investor lokal maupun negara tetangga.


Masalah betapa ramainya pengunjung Bengkel Kuliner, jelas sudah dibuktikan oleh sang pemilik, H. Wawan, lelaki kelahiran Jakarta tanggal 29 September 1963, dengan banyaknya waiting list (daftar calon tenant yang nunggu giliran masuk) hingga mencapai 50-an begitu melihat berjuberlnya pelanggan yang berkunjung untuk menikmati makan dan minum walaupun di hari biasa. Apalagi hari libur, kadang para pengunjung rela menunggu giliran untuk bisa duduk makan minum dengan mengunjungi fasilitas lainnya seperti futsal.

Mengenai banyaknya para calon tenant yang hendak membuka outlet di pujasera syariah ini, H. Wawan memaparkan, "Sedikitnya ada 50an orang yang menunggu untuk bisa buka gerai di tempat kami. Di antaranya  sampai  sering datang bolak-balik ke sini dan selalu meminta jawaban dari saya, 'Kapan Pak Haji, bisa masuk?' dan terkadang saya jadi kikuk dibuatnya.

Soalnya hampir setiap hari mereka datang menemui saya menanyakan hal itu," ungkapnya dengan sedikit agak sedih. Rupanya berkah dari banyaknya calon tenant pengusaha kuliner yang mau buka gerai outlet makanan di pujasera Bengkel Kuliner, membuatnya sering merasa tidak enak untuk menolak.

H. Wawan, lelaki penggemar motor gede ini lebih menegaskan lagi bahwa usahanya sekarang ini jauh lebih terasa berkah karena perjuangannya bila dibandingkan dengan usahanya dulu saat dirinya masih muda.

Setelah menjalani usaha jual beli tanah dan proyek-proyek besar lainnya dengan teman dan kolega lamanya, kini dia lebih menikmati usaha kuliner. "Justru dengan usaha kuliner yang sekarang ini saya tekuni, saya jauh lebih merasa tenang dibandingkan dulu,"  jelasnya tersenyum.

Dulu H. Wawan, lelaki beranak 3 orang ini belum pernah merasa setenang dan selega kini dalam berbisnis usaha yang lebih mengutamakan aspek syariahnya. "Kini saya lebih menikmati usaha kuliner di tempat ini dengan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dan saya merasakan berkahnya setiap saat dengan kelelahan saya saat pulang ke rumah dan bertemu anak istri membawa hasil yang jauh lebih halal!" imbuhnya.

Usaha berkelanjutan yang dirintisnya dari nol ini memang rupanya mulai menunjukkan hasilnya, dengan semakin ramainya pengunjung Bengkel Kuliner, H. Wawan merasa harus semakin menambah fasilitas lainnya yang dibutuhkan para calon pelanggannya dengan menambahkan pompa bensin (SPBU loh bukan tempat 'mompa' lainnya.... misalnya pompa balon), fasilitas dan sarana olahraga seperti Futsal dan mushola. Yang istimewa dari semua fasilitas itu adalah posisinya dari ketinggian tanah atau jalan raya.

H. Wawan menjelaskan, dia memang sengaja menaikkan elevasi tanah, sehingga para pengguna jalan raya bila melihat area Bengkel Kuliner akan melihat ke arah atas. Mulai dari Pompa Bensin yang tanahnya sengaja ditinggikan dari permukaan jalan raya, demikian pula Pujaseranya Bengkel Kuliner, kemudian Lapangan Futsal dan Musholanya.

Demi memenuhi kepuasan pelanggan atas fasilitas yang ada di Bengkel Kuliner, setidaknya dirinya kini sedang membangun 2 lagi lapangan futsal berukuran internasional 29m x18m. Sedangkan lapangan yang sudah tersedia hanyalah lapangan standar nasional berukuran 28m x 16m dan lapangan futsal anak-anak berukuran 25m x 15m. Sementara dia juga sedang membangun area sebelah selatan untuk foodcourt berselera menu internasional dan modern. Satu sajian yang berbeda konsep dengan Pujasera Bengkel Kuliner yang lebih ke menu sajian nusantara dan tradisional.

Sementara itu pujasera Bengkel Kuliner sendiri memiliki sedikitnya ada belasan kounter gerai makanan yang menyajikan beragam menu masakan tradisional seluruh nusantara. Sedangkan untuk menu sajian internasionalnya dia sedang menjalin kerjasama dengan pengusaha fastfood waralaba asing agar mau mendirikan resto fastfood untuk kaum remaja. Di samping itu H. Wawan juga sedang mempersiapkan pembangunan ruang khusus untuk ATM booth beberapa unit.

Kembali ke pispot eh... laptop !
Sejak kapan seh Bengkel Kuliner ini berdiri? H. Wawan sendiri mengungkapkan bahwa usaha kuliner pujaseranya ini telah berdiri sejak 2 tahun silam tepatnya tahun 2007. Setelah membuka usaha bengkel mobil dan berdagang asesoris mobil, dia mencoba berinisiatif membuka usaha makanan yang sangat bertolak belakang dengan latar belakang kehidupan dan hobinya di bidang otomotif. Namun rupanya Tuhan berkehendak lain, justru usahanya di bidang resto dan pujasera ini malah memberikan masukan yang lumayan dan lebih baik buat diri dan keluarganya. "Walaupun tidak seperti dulu ketika saya masih muda, kini saya lebih merasakan berkahnya yang memang betul-betul membuat saya merasa tenang dan enak tidur..." ujarnya tertawa lepas.

Menu Unggulan Dapur Ampera

Tidak seperti kebanyakan pengusaha pujasera di tempat lainnya, dimana mereka lebih kepada membuka lahan usaha kuliner dan mereka mengandalkan pemasukan dari uang sewa para tenant. Di Bengkel Kuliner. H. Wawan menegaskan bahwa yang menjadi dasar pertimbangan usaha Bengkel Kulinernya adalah kounter Dapur Ampera yang dikelola dengan sistem syariah bersama rekan dan para karyawannya.

Dengan usaha yang dikelolanya sendiri ini, dia tidak hanya mengandalkan uang sewa dan komisi keuntungan dari omzet para tenantnya semata. Artinya, saya berusaha agar setiap pengusaha warung di Bengkel Kuliner mereka juga merasakan keuntungan atau benefit dari fasilitas yang disediakan, mulai dari tenaga kasir, kebersihan, keamanan, listrik dan air serta lainnya, dimana bila para tenant untung, maka kami pun senang dan bila omzet mereka kecil, kami pun berusaha menolong mereka dengan berbagai cara agar terjadi peningkatan di kemudian hari, tambahnya menjelaskan sistem kerjasama syariah di Bengkel Kuliner.

Adapun menu unggulan di bengkel Kuliner tidak terfokus pada satu outlet saja, tapi semua tenant berkesempatan sama seperti tenant lainnya untuk menyajikan menu unggulan mereka. Kini yang menjadi masalah adalah, bisa tidaknya para tenant menyajikan menu yang disukai para pengunjung Bengkel Kuliner.

"Salah satu gerai bengkel Kuliner adalah Dapur Ampera. Nama Dapur  sendiri sebenarnya berkonsep "emperan" yang artinya warung emperan yang siap menyajikan segala menu semua kelas pelanggan," ungkapnya kepada kelanakuliner.com dab jkebetulan sekali letaknya ada di pinggiran jalan dan Dapur Ampera juga ada di posisi pinggiran Bengkel Kuliner

Lihat saja menu unggulannya seperti Ikan Bakar Jimbaran, Ayam Bakar Jimbaran, Bebek bakar Jimbaran. Termasuk kami menyediakan Nasi Liwet khas Solo dan Nasi Timbel ala Sunda komplit. Dan ternyata menu-menu inilah yang paling diminati olah para pengunjung dan mereka akhirnya menjadi pelanggan fanatik menu sajian kami ini, ungkap H. Wawan.

Tak kurang dari beberapa pejabat tinggi dan koleganya dari komunitas tertentu pernah berkunjung ke Bengkel Kuliner. Sebenarnya pujasera ini tidak dikhususkan buat pasar tertentu, apalagi konsepnya adalah pujasera berbasis kemitraan syariah, maka captive marketnya adalah mereka yang melewati jalan ini, papar H. Wawan.

Jalur jalan raya Jatiwaringin adalah jalur hidup yang dilalui kendaraan yang berangkat ke jalan tol atau pulang dari via jalan tol. Maka konsep rest area seperti kebanyakan di pinggiran jalan tol mau saya terapkan di Bengkel Kuliner tentunya dengan investasi yang lebih terjangkau oleh saya.

Lelaki berpenampilan lebih muda dari usianya ini menjelaskan, bahwa dia kini membuka kesempatan berbisnis kepada setiap calon investor yang mau mendirikan pujasera di daerahnya dengan modal dana dan lahan luas agar seperti usahanya yang beromset ratusan juta per bulannya dengan cara menitipkan calon karyawannya untuk ditraining selama sedikitnya 2 bulan dan setiap investor mempunyai peluang untuk membeli bumbu-bumbu rahasia serta kiat-kiat usaha kuliner yang sukses seperti Bengkel Kuliner miliknya itu.

Buat Anda yang tertarik ingin bermitra dan mau membuka usaha kuliner dengan sistem syariah yang berkonsep seperti Rest Area serupa yang mempunyai luas tanah sedikitnya 5000 meter persegi itu, Anda bisa berkunjung ke Bengkel Kuliner, Jl Jatiwaringin Raya, samping Bakmi Japos atau untuk reservasi bisa langsung menghubungi Sidik Rizal di (021) 9346.1965 atau langsung dengan H. Wawan di 08129445100

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bengkel Kuliner Hotline : (021)WEBRIZAL - 9346 1965 - 081385386583

Entri Populer